Selasa, 11 Oktober 2011

Pasar Turi Sudah Tak Sehat Lagi

AKURNEWS - Pedagang dan perangkat Desa Sidomulyo Bambanglipuro, Kabupaten Bantul menilai, keberadaan pedagang unggas dan klitikan di Pasar Turi Desa Sidomulyo harus segera dipisahkan. Bila tak segera dilakukan, kamacetan, kesemrawutan serta bau "apek" di kawasan itu tidak bisa terelakkan. Tidak hanya itu, jadi satunya pasar unggas dan pedagang kebutuhan pokok dinilai kurang baik untuk kesehatan pengunjung serta penjual di pasar tersebut.

Lurah Desa Sidomulyo Bambanglipuro Bantul, Edy Murjito SPd, Selasa (11/10) mengatakan, wacana pemisahan pedagang unggas, klitikan dengan pedagang pasar memang sangat mendesak. Semua dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kesehatan serta kelancaran arus lalulintas di kawasan itu. Edy mengakui, meski "pasaran" di pasar tradisional itu lima hari sekali, namun hal tersebut sudah menimbulkan kemacetan di ruas jalan sisi barat pasar Turi. Semua terjadi karena melubernya para pedagang klitikan dan pakaian di tepi badan jalan. Lebih memprihatinkan lagi, pedagang unggas di sisi utara bersinggungan langsung dengan ratusan penjual kebutuhan pokok.

Menurutnya penjual unggas serta klitikan sebaiknya segera dibuatkan lokasi baru di bekas gedung SD Turi yang kini belum terpakai setelah kebijakan "regrouping" sekolah. Lokasi baru yang sodorkan Edy hanya berjarak 500 meter utara Pasar Turi.

"Kami berharap Pemda Bantul membangun lokasi baru untuk pasar unggas dan klitikan, karena bila jadi satu di Pasar Turi menimbulkan kesemrawutan dan kurang baik untuk kesehatan," jelas Edy.

Sementara Madio, pedagang itik warga Parangtritis Kretek Bantul mengatakan, memang perlu segera dilakukan pemindahan bila ingian mencipatakan pasar yang sehat. Apapun alasannya, bila pasar unggas berbaur jadi satu dengan kebutuhan pokok tidak baik dari segi kesehatan. (jog/Roy)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar